Jumat, Desember 28

Ngantuk

Waktunya imunisasi!

Menunggu dokter itu bukan hal yang menyenangkan. Datang lebih awal, ditengah, maupun paling akhir, pasti ada 'menunggu'nya, menunggu antrian atau menunggu dokter datang. Tapi Syani butuh dokter Harry, jadi lebih baik Syani menunggu dokternya datang sambil tidur dipangkuan Bunda. Nyaman..

Rabu, Desember 26

Ayah...! ^^;;

Dek, Bunda sekarang lagi di tempat kerja. Bandung pagi ini hujan deras sejak pk 04.30 wib, sebelumnya sudah terasa hawa dingin yang menusuk kulit.

Kemarin Syani kena kolik lagi, pas kebetulan ada Oma, tante D, oom D, dan dek Tya sedang main ke rumah. Untunglah nyerinya nggak lama, setelah itu Syani menyusu dan tidur pulas dengan Bunda.

Sorenya Bunda melanjutkan pemberian sari buah jeruk buat Syani. Menawarkan pada Ayah untuk mencoba menyuapi Syani, tapi sayang pelajaran Ayah kemarin gagal total!!! Hasil akhir, menyemprot wajah adek tanpa disengaja dengan sari buah jeruk. Bunda mau marah nggak bisa, tiap ngomelin Ayah malah ketawa lagi. Tapi Alhamdulillah Syani nggak kenapa-napa. Setelah wajah adek dibersihkan, Bunda melanjutkan lagi pemberian sari buah jeruk sapai adek terkantu-kantuk. Sore itu Syani tidur dengan pulasnya sampai malam.

Sekarang Bunda tinggal menunggu Syani dan Ayah datang menjemput pulang. Semoga segalanya lancar-lancar saja.. ^^

Minggu, Desember 23

Syani nginap lagi

...kali ini ditempatnya Oma.

Ayah dan Bunda jadi berdua aja dirumah, sepi. Padahal tadi siang Syani sempat nangis kencang sekali. Mungkin kena serangan kolik ya? Ayah dan Bunda sampai bingung karena Syani dibagaimanapun juga nggak mau berhenti nangis. Akhirnya berhenti nangis setelah ditelungkupkan dan digosok-gosok punggungnya. Itupun berhenti menangisnya karena kecapekan. Baru setelah agak tenang Syani mau disusui dan tidur pulas.

Moga-moga malam ini koliknya nggak kambuh lagi ya, Sayang?

Beberes

Bunda lagi merapikan baju-baju Syani yang terhitung 'berantakan' susunannya dan 'tidak pada tempatnya'. Selain itu baju-baju Syani juga mulai banyak yang kekecilan, jadi Bunda harus mengeluarkan baju-baju yang lebih pas ukurannya. Kaos-kaos kaki dan sepatu dari tante D sudah kekecilan, jadi terpaksa disimpan.

"Dedek cepat ya besarnya?"

Sabtu, Desember 22

Bayi baru lahir


Kulit bayi waktu baru lahir ternyata keriput ya? Wajahnya Syani, terutama di bagian hidung banyak sekali milianya (timbunan lemak di bawah kulit yang berwarna putih). Mana sudah begitu banyak sekali rambut-rambut halus di wajah hingga ke pipi. Tapi Bunda senang rambut Syani hitam dan lebat, seperti rambut Bunda ^^

Waktu Syani baru lahir, tali pusarnya baru puput setelah lewat 7 hari. Agak lama dan cukup mengkhawatirkan juga sebenarnya. Mengkhawatirkan karena takut ada infeksi atau penyakit lainnya. Tapi Alhamdulillah tali pusarnya sudah puput dan sampai sekarang Syani tetap sehat.

Sekarang Syani tampak sehat dan aktif, nangisnya pun kencang meski termasuk jarang menangis. Bunda senang sekali setiap kali melihat Syani menunjukkan perkembangan terbarunya, membuat hati jadi berdebar dan bertanya-tanya, "besok bisa apa lagi ya?".

Jangan sakit

"..sudah jam segini masih belum tidur? Kemarin juga sama.."

"Hari ini Syani pupupnya empat kali", lapor Ayah.
Barusan juga sih Syani banyak (maaf) kentut. Apalagi setelah diolesi minyak telon, dat-dutnya makin sering.

Bunda harap Syani cuma masuk angin biasa, ya?

Kejutan buat Bunda

Bunda, Syani makin pintar megang botol susu sendiri, lho. Tepatnya sih, mengarahkan dotnya sudah lebih pas ke mulut dan nggak belok ke hidung atau mata lagi. Tapi jari dan tangan Syani masih sering ikut masuk mulut juga sih.

Lalu, Bunda, Syani juga makin pintar berguling. Kalau banyak latihan nanti Syani mungkin cepat pintar berguling-guling, ya?

Bunda senang ya melihat Syani melakukan banyak ketrampilan baru. Bunda daritadi tertawa dan tersenyum melihat tingkah Syani. Senangnya... ^^

Sabtu, Desember 15

Kangen....

Sudah 6 hari Syani dititipkan di tempat Eyang Mami. Bunda kangeennnn... Apalagi kalau pas hari libur begini dan ditinggal tidur sesorean sama Ayah.


Barusan Bunda ngecek Syani di tempatnya Eyang Mami dengan telepon. Yang menjawab Mami Kie yang baru pulang dari kondangan. Eyang Mami bilang Syani terbangun waktu Bang Rayan mendatangi Syani yang sedang tidur. Diajakin ngobrol sama Bang Rayan, disuruh mendengar suara Bunda di telepon. Eyang Mami bilang, Syani sekarang suka menyanyi. Bunda bilang Syani memang sudah suka goyang-goyang kalau diperdengarkan lagu anak-anak.


Aduh... Jadi makin nggak sabar buat ketemu. "Masih 3 hari lagi, Dek... Sabar ya? Bunda juga harus sabar.."

Minggu, Desember 9

Empat bulan usiaku

Untuk pertama kalinya Syani dibawa ke Jakarta. Awalnya Bunda sempat ragu untuk membawa Syani ke Jakarta. Bunda takut Syani tidak tahan dengan panasnya Jakarta. Soalnya sewaktu di Bandung ketika diajak tidur bertiga dengan Eyang Mami dan mbak Icha saja Syani sudah keringatan dan keluar keringat buntet. "Apalagi di Jakarta?"

Tapi Bunda memang tidak punya pilihan lain. Selain selama 1 minggu kedepan tidak ada yg bisa dititipin Syani, Bunda juga harus menemani Ayah menghadiri resepsi pernikahan teman baiknya. Jadilah Syani dititipkan di rumahnya Eyang Mami.

Perjalanan yang panjang dan penuh gelombang. Hampir di sepanjang perjalanan Syani tidur sementara Bunda menyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu di sebelah Syani.

Setibanya Syani di Jakarta, langsung disambut dengan pertanyaan-pertanyaan Eyang Mami dan senyuman Eyang Papi yang sekilas tampak menakutkan. Syani sempat nangis lho waktu melihat Eyang Papi.

Bulan ini Ayah dan Bunda membelikan Syani bak mandi, karena ember mandi yang sebelumnya Syani gunakan sudah kekecilan. Kaki Syani sudah nggak bisa lurus kalau mandi pakai ember. Ayah, Bunda, terima kasih untuk bak mandinya.


Do'a Ayah dan Bunda, "Semoga Syani menjadi anak yang rajin dan sholeh".

Sabtu, Desember 8